Tuesday, 21 May 2024

Polres Wonosobo Amankan Pelaku Tawuran Sarung di Jembatan Siantap

Must Read

Wonosobo – Polres Wonosobo mengamankan 11 ABG yang melakukan ‘perang sarung’ di jembatan Siantap Wonosobo pada Jumat (24/3) malam.

Menurut keterangan para pelaku, sebelumnya mereka sudah janjian bertemu dengan lawannya melalui aplikasi WhatsApp.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan menuturkan bahwa aksi tawuran telah menjadi permasalahan sosial yang tak kunjung tuntas di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Bahkan memasuki Ramadan 1444 H, tawuran semakin intens dan mulai menyebar sampai di wilayah termasuk Kabupaten Wonosobo.
Fenomena tawuran yang terjadi di bulan suci Ramadhan dilakukan dengan menggunakan sarung yang diisi batu. Fenomena ini disebut ‘perang sarung’.

Menurut Kapolres, perang sarung yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan warga. Pihaknya mewanti-wanti jajaran untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang timbul selama Ramadhan.

“Tidak ada lagi tindakan-tindakan dengan pendekatan biasa saja, seluruh pengamanan kegiatan masyarakat selama Ramadhan harus dilakukan dengan ekstra,” kata Eko Novan dalam arahannya di Polres Wonosobo, Jumat (24/3/2023).

Kesebelas remaja yang diamankan berinisial CCS (18), P (17), AA (17), S (16), SR (19), ZW (17), DAJ (18), AP (17), MRB (18), RAS (17) dan DD (16). Semua pelaku masih berstatus pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Wonosobo dan juga ada yang berstatus pelajar SMA di kota Semarang.

Dari laporan masyarakat tentang adanya Perang Sarung di Jembatan Siantap, jajaran Sat Samapta langsung mendatangi TKP dan mendapat informasi terdapat 1 orang yang sampai dirawat di RSU Setjonegoro Wonosobo karena terkena sabetan sarung di matanya. Selanjutnya personel Sat Samapta langsung merapat ke RSU dan mendapati sekumpulan anak remaja yang berkumpul di sekitaran RSU.

“Para pelaku telah kami amankan, untuk barang bukti senjata tajam nihil. Terdapat dua orang yang masih di bawah umur, sedangkan yg lain duduk di bangku SMA,” lanjutnya.

Kapolres Wonosobo menjelaskan pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023 sekira pukul 22.00 WIB di atas jembatan Siantap telah terjadi perang sarung dengan pelaku (kubu 1) kurang lebih 20 orang terdiri dari remaja Singkir, Bumigodean, Prajuritan dan Kauman. Sedangkan kubu 2 (kubu Haki) juga terdiri kurang lebih 20 orang. Perang sarung terjadi karena adanya tantangan melalui chat pribadi melalui Whatsapp dari TG alias Igun.

“Kubu 1 diatas jembatan sebelah kanan dan kubu 2 di atas jembatan sebelah kiri, kemudian kedua kubu bertarung kurang lebih 2 menit dan kejadian perang sarung tersebut bubar karena ada salah satu korban yaitu Sdr. Haky (kubu lawan) terkena mata sebelah kanan dan dilarikan ke RSUD Wonosobo untuk menjalani perawatan,” terang Kapolres.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Wonosobo akan terus menggelar patroli pada malam hari hingga jelang sahur di titik rawan tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya. Selain itu Polres Wonosobo juga memberikan himbauan melalui media sosial secara massif untuk menghindari kejadian terulang lagi.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

Polres Wonsoobo Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Polres Wonosobo menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Mapolres pada Senin (20/5). Upacara ini diadakan sebagai bentuk...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img